RESUME
MEDIA DAN PENGEMBANGAN
BAHAN AJAR
Tentang
PENGERTIAN BAHAN AJAR DAN FUNGSINYA
![]() |
OLEH:
KELOMPOK
VII
1.
SUKARDI AHMAD
2.
MONA UNNISA
3.
TUTI AMRIANI
Dosen
Pembimbing:
Dra,
Nur Asma MP.d
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
FALKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2016
PENGERTIAN BAHAN AJAR DAN FUNGSINYA
Setelah jenis materi ditentukan langkah berikutnya
adalah menentukan sumber bahan ajar. Materi pembelajaran atau bahan ajar dapat
kita temukan dari berbagai sumber seperti buku pelajaran, majalah, jurnal,
koran, internet, media audiovisual, dsb.
A.
Pengertian
Bahan Ajar dan Sumber Bahan Ajar
Bahan ajar adalah
segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktor dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan ajar memiliki posisi
amat penting dalam pembelajaran, yakni sebagai representasi (wakil) dari
penjelasan guru di depan kelas. Keterangan-keterangan guru, uraian-uraian yang
harus disampaikan guru, dan informasi yang harus disajikan guru dihimpun di
dalam bahan ajar. Dengan demikian, guru
juga akan dapat mengurangi kegiatannya menjelaskan pelajaran, memiliki
banyak waktu untuk membimbing siswa dalam belajar atau membelajarkan siswa.
Bahan Ajar menurut Panne
adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang
digunakan guru dan siswa dalam proses pembalajaran. Muhaimin dalam modul
Wawasan Pengembangan Bahan Ajar mengungkapkan bahwa bahan ajar adalah segala
bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran.
Sedangkan menurut Abdul
Majid, Bahan ajar adalah segala bentuk bahan, informasi, alat dan teks
yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan
belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa tertulis maupun bahan yang
tidak tertulis. Bahan ajar atau materi kurikulum (curriculum material)
adalah isi atau muatan kurikulum yang harus dipahami oleh siswa dalam upaya
mencapai tujuan kurikulum
Sumber
Belajar adalah segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang
memiliki informasi dapat digunakan
sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah
laku. Sumber bahan ajar merupakan tempat di mana bahan ajar dapat diperoleh.
Dalam mencari sumber bahan ajar, siswa dapat dilibatkan untuk mencarinya,
sesuai dengan prinsip pembelajaran siswa aktif (CBSA). Berbagai sumber dapat
kita gunakan untuk mendapatkan materi pembelajaran dari setiap standar
kompetensi dan kompetensi dasar.
Sumber-sumber
dimaksud dapat disebutkan di bawah ini:
a. buku
teks yang diterbitkan oleh berbagai penerbit. Gunakan sebanyak mungkin buku
teks agar dapat diperoleh wawasan yang luas,
b. laporan
hasil penelitian yang diterbitkan oleh lembaga penelitian atau oleh para
peneliti sangat berguna untuk mendapatkan sumber bahan ajar yang atual atau
mutakhir
c. Jurnal
penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah. Jurnal-jurnal tersebut
berisikan berbagai hasil penelitian dan pendapat dari para ahli di bidangnya
masing-masing yang telah dikaji kebenarannya,
d. Pakar
atau ahli bidang studi penting digunakan sebagai sumber bahan ajar yang dapat
dimintai konsultasi mengenai kebenaran materi atau bahan ajar, ruang lingkup,
kedalaman, urutan, dsb.
e. Profesional
yaitu orang-orang yang bekerja pada bidang tertentu. Kalangan perbankan
misalnya tentu ahli di bidang ekonomi dan keuangan,
f. Buku
kurikulum penting untuk digunakan sebagai sumber bahan ajar. Karena berdasar
kurikulum itulah standar kompetensi, kompetensi dasar dan materi bahan dapat
ditemukan. Hanya saja materi yang tercantum dalam kurikulum hanya berisikan
pokok-pokok materi,
g. Penerbitan
berkala seperti harian, mingguan, dan bulananyang banyak berisikan informasi
yang berkenaan dengan bahan ajar suatu matapelajaran,
h. Internet
yang yang banyak ditemui segala macam sumber bahan ajar. Bahkan satuan
pelajaran harian untuk berbagai matapelajaran dapat kita peroleh melalui
internet. Bahan tersebut dapat dicetak atau dikopi,
i.
Berbagai jenis media
audiovisual berisikan pula bahan ajar untuk berbagai jenis mata pelajaran. Kita
dapat mempelajari gunung berapi, kehidupan di laut, di hutan belantara melalui
siaran televisi, dan
j.
lingkungan ( alam,
sosial, senibudaya, teknik, industri, ekonomi).
Perlu
diingat, dalam menyusun rencana pembelajaran berbasis kompetensi, buku-buku
atau terbitan tersebut hanya merupakan bahan rujukan. Artinya, tidaklah tepat
jika hanya menggantungkan pada buku teks sebagai satu-satunya sumber bahan
ajar. Tidak tepat pula tindakan mengganti buku pelajaran pada setiap pergantian
semester atau pergantian tahun. Buku-buku pelajaran atau buku teks yang ada
perlu dipelajari untuk dipilih dan digunakan sebagai sumber yang relevan dengan
materi yang telah dipilih untuk diajarkan.
Mengajar bukanlah
menyelesaikan satu buku, tetapi membantu siswa mencapai kompetensi. Karena itu,
hendaknya guru menggunakan banyak sumber materi. Bagi guru, sumber utama untuk
mendapatkan materi pembelajaran adalah buku teks dan buku penunjang yang lain.
B.
Fungsi bahan Ajar
Pembuatan bahan ajar yang menarik dan inovatif adalah hal yang sangat
penting dan merupakan tuntunan bagi setiap pendidik. Bahan ajar mempunyai
kontribusi yang besar bagi keberhasilan proses pembelajaran yang kita
laksanakan.
Kembali kepada persoalan utama, tentang pentingnya pembuatan bahan ajar,
maka ada dua klasifikasi utama fungsi bahan ajar sebagaimana di uraikan sebagai
berikut:
Fungsi bahan ajar menurut pihak yang
memanfaatkan bahan ajar
Berdasarkan pihak-pihak
yang menggunakan bahan ajar, fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu fungsi bagi pendidik dan fungsi bagi peserta didik.
1. Fungsi bahan ajar bagi pesrta didik, antara lain:
a)
Menghemat waktu
pendidik dalam mengajar
b)
Mengubah peran pendidik
dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator
c)
Meningkatkan proses
pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif
d) Sebagai pedoman bagi
pendidik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan
merupakan subtansi kompetensi yang semestinya diajarkan kepada peserta didik
e)
Sebagai alat evaluasi
pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran
2. Fungsi bahan ajar bagi peserta didik, antara lain:
a)
Peserta didik dapat
belajar tanpa harus ada pendidik atau teman peserta didik yang lain
b)
Peserta didik dapat
belajar kapan saja dan dimana saja
c)
Peserta didik dapt
belajar sesuai kecepatannya masing-masing
d)
Peserta didik dapat
belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri
e)
Membantupotensi peserta
didik untuk menjadi pelajar /mahasiswa yang mandiri
f)
Sebagai pedoman bagi
peserta didik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses
pembelajaran dan merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya dipelajari dan
dikuasainya
g)
b.
Fungsi bahan ajar menurut strategi pembelajaran yang
digunakan
h)
Berdasarkan strategi
pembelajaran yang digunakan fungsi bahan ajara dapat dibedakan menjadi tiga
macam antara lain:
3. Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal
a)
Sebagai satu-satunya
sumber informasi serta pengawas dan pengendali proses pembelajaran (dalam hal ini peserata didik bersifat pasif dan belajar
sesuai kecepatan pendidik dalam mengajar)
b)
Sebagai bahan pendukung
proses pembelajaran yang diselenggarakan
4. Fungsi bahan ajar dalam
pembelajaran individual
a)
Sebagai media utama
dalam proses pembelajaran
b)
Sebagai alat yang
digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses peserta didik dalam memperoleh
informasi
c)
Sebagai penunjang media
pembelajaran individual lainnya
4. Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok
a)
Sebagai bahan yang
terintegrasi dengan proses belajar kelompok, dengan cara memberikan informasi
tentang latar belakang materi, informasi tentang peran orang-orang yang
terlibat dalam belajar kelompok, serta petunjuk tentang proses pembelajaran
kelompoknya sendiri
b)
Sebagai bahan pendukung
bahan belajar utama, apabila dirancang sedemikian rupa maka dapat meningkatkan
motivasi belajar siswa
C.
Pedoman Memilih dan
Menyusun Bahan Ajar
Pedoman
memilih dan menyusun bahan ajar merupakan masalah penting yang sering dihadapi
guru dalam kegiatan pembelajaran disaat memilih atau menentukan materi
pembelajaran atau bahan ajar yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai
kompetensi. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam kurikulum atau
silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk
“materi pokok”. bahan_ajar menjadi tugas guru untuk menjabarkan materi pokok
tersebut sehingga menjadi bahan ajar yang lengkap.
D.
Cara
Memanfaatkan Bahan Ajar
Selain
masalah pedoman memilih dan menyusun bahan ajar, bagaimana cara memanfaatkan bahan ajar juga merupakan masalah yang
sering dihadapi guru. Pemanfaatan dimaksud adalah bagaimana cara mengajarkannya
ditinjau dari pihak guru, dan cara mempelajarinya ditinjau dari pihak murid.
Berkenaan dengan pemilihan bahan ajar ini, secara umum masalah dimaksud
meliputi cara penentuan jenis materi, kedalaman, ruang lingkup, urutan
penyajian, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran, dsb. Masalah
lain yang berkenaan dengan bahan ajar adalah memilih sumber di mana bahan ajar
itu didapatkan. Ada kecenderungan sumber bahan ajar dititikberatkan pada buku.
Padahal banyak sumber bahan ajar selain buku yang dapat digunakan. Bukupun
tidak harus satu macam dan tidak harus sering berganti seperti terjadi selama
ini. Berbagai buku dapat dipilih sebagai sumber bahan ajar.
Termasuk
masalah yang sering dihadapi guru berkenaan dengan bahan ajar adalah guru
memberikan bahan ajar atau materi pembelajaran terlalu luas atau terlalu
sedikit, terlalu mendalam atau terlalu dangkal, urutan penyajian yang tidak
tepat, dan jenis materi bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai oleh siswa. Berkenaan dengan buku sumber sering terjadi setiap
ganti semester atau ganti tahun ganti buku Sehubungan dengan itu, perlu disusun
rambu-rambu pemilihan dan pemanfaatan bahan ajar untuk membantu guru agar mampu
memilih materi pembelajaran atau bahan ajar dan memanfaatkannya dengan tepat.
Ramburambu dimaksud antara lain berisikan konsep dan prinsip pemilihan materi
pembelajaran, penentuan cakupan, urutan, kriteria dan langkah-langkah
pemilihan, perlakuan/pemanfaatan, serta sumber materi pembelajaran.
Secara
garis besarnya, dalam memanfaatkan bahan ajar terdapat dua strategi, yaitu:
a. Strategi penyampaian
bahan ajar oleh guru
Strategi
penyampaian bahan ajar oleh guru, diantaranya:
1.
Strategi urutan
penyampaian simultan yaitu jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran
lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan penyampaian simultan, materi
secara keseluruhan disajikan secara serentak, baru kemudian diperdalam satu demi
satu (Metode global);
2. Strategi
urutan penyampaian suksesif, jika guru harus manyampaikan materi pembelajaran
lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan panyampaian suksesif, sebuah
materi satu demi satu disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan
menyajikan materi berikutnya secara mendalam pula.
3. Strategi
penyampaian fakta, jika guru harus manyajikan materi pembelajaran termasuk
jenis fakta (nama-nama benda, nama tempat, peristiwa sejarah, nama orang, nama
lambang atau simbol, dsb.),
4. Strategi
penyampaian konsep, materi pembelajaran jenis konsep adalah materi berupa
definisi atau pengertian. Tujuan mempelajari konsep adalah agar siswa paham,
dapat menunjukkan ciri-ciri, unsur, membedakan, membandingkan,
menggeneralisasi, dsb.Langkah-langkah mengajarkan konsep: Pertama sajikan
konsep, kedua berikan bantuan (berupa inti isi, ciri-ciri pokok, contoh dan
bukan contoh), ketiga berikan latihan (exercise) misalnya berupa tugas untuk
mencari contoh lain, keempat berikan umpan balik, dan kelima berikan tes;
5. Strategi
penyampaian materi pembelajaran prinsip, termasuk materi pembelajaran jenis
prinsip adalah dalil, rumus, hukum (law), postulat, teorema, dsb.
6. Strategi
penyampaian prosedur, tujuan mempelajari prosedur adalah agar siswa dapat
melakukan atau mempraktekkan prosedur tersebut, bukan sekedar paham atau hafal.
Termasuk materi pembelajaran jenis prosedur adalah langkah-langkah mengerjakan
suatu tugas secara urut.
b. Strategi mempelajari bahan ajar oleh siswa
Ditinjau dari guru, perlakuan (treatment) terhadap materi
pembelajaran berupa kegiatan guru menyampaikan atau mengajarkan kepada siswa.
Sebaliknya, ditinjau dari segi siswa, perlakuan terhadap materi pembelajaran
berupa mempelajari atau berinteraksi dengan materi pembelajaran. Secara khusus
dalam mempelajari materi pembelajaran, kegiatan siswa dapat dikelompokkan
menjadi empat, yaitu :
1.
Menghafal (verbal
parafrase). Ada dua jenis menghafal, yaitu
menghafal verbal (remember verbatim) dan menghafal parafrase (remember
parapfsrase). Menghafal verbal adalah menghafal persis seperti apa adanya.
Terdapat materi pembelajaran yang memang harus dihafal persis seperti apa
adanya, misalnya nama orang, nama tempat, nama zat, lambang, peristiwa sejarah,
nama-nama bagian atau komponen suatu benda, dsb. Sebaliknya ada juga materi
pembelajaran yang tidak harus dihafal persis seperti apa adanya tetapi dapat
diungkapkan dengan bahasa atau kalimat sendiri (hafal parafrase). Yang penting
siswa paham atau mengerti, misalnya paham inti isi Pembukaan UUD 1945, definisi
saham, dalil Archimides, dsb.
2. Menggunakan/mengaplikasikan
(Use). Materi pembelajaran setelah dihafal
atau dipahami kemudian digunakan atau diaplikasikan. Jadi dalam proses
pembelajaran siswa perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan, menerapkan atau
mengaplikasikan materi yang telah dipelajari. Penggunaan fakta atau data adalah
untuk dijadikan bukti dalam rangka pengambilan keputusan. Penggunaan materi
konsep adalah untuk menyusun proposisi, dalil, atau rumus. Selain itu,
penguasaan atas suatu konsep digunakan untuk menggeneralisasi dan membedakan.
Penerapan atau penggunaan prinsip adalah untuk memecahkan masalah pada
kasus-kasus lain. Penggunaan materi prosedur adalah untuk dikerjakan atau
dipraktekkan. Penggunaan materi sikap adalah berperilaku sesuai nilai atau
sikap yang telah dipelajari. Misalnya, siswa berhemat air dalam mandi dan
mencuci setelah mendapatkan pelajaran tentang pentingnya bersikap hemat.
3. Menemukan.
Yang dimaksudkan penemuan (finding) di sini adalahmenemukan cara
memecahkan masalah-masalah baru dengan menggunakan fakta, konsep, prinsip, dan
prosedur yang telah dipelajari. Menemukan merupakan hasil tingkat belajar
tingkat tinggi. Gagne (1987) menyebutnya sebagai penerapan strategi kognitif.
Misalnya, setelah mempelajari hukum bejana berhubungan seorang siswa dapat
membuat peralatan penyiram pot gantung menggunakan pipa-pipa paralon. Contoh
lain, setelah mempelajari sifat-sifat angin yang mampu memutar baling-baling
siswa dapat membuat protipe, model, atau maket sumur kincir angin untuk
mendapatkan air tanah.
4. Memilih
di sini menyangkut aspek afektif atau sikap. Yang dimaksudkan dengan memilih di
sini adalah memilih untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Misalnya memilih
membaca novel dari pada membaca tulisan ilmiah. Memilih menaati peraturan lalu
lintas tetapi terlambat masuk sekolah atau memilih melanggar tetapi tidak
terlambat, dsb.
E.
Tujuan Bahan Ajar
Bahan ajar merupakan
bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan. Melalui bahan ajar guru atau dosen akan lebih mudah dalam melaksanakan
pembelajaran dan mahasiswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Bahan
ajar dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan
karakteristik materi ajar yang akan disajikan.
Bahan ajar disusun dengan tujuan
menyediakan bahan ajar yang sesuai kebutuhan pembelajar, yakni bahan ajar yang
sesuai dengan karakteristik dan
setting atau lingkungan sosial
siswa/ mahasiswa, membantu
pembelajar dalam memperoleh
alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh,
memudahkan guru atau dosen dalam melaksanakan pembelajaran.
Ada sejumlah manfaat
yang dapat diperoleh apabila seorang guru atau dosen mengembangkan bahan ajar
sendiri, yakni antara lain; pertama,
diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa atau
mahasiswa, kedua, tidak lagi
tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh, ketiga,
bahan ajar menjadi labih kaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai
referensi, keempat, menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru
atau dosen dalam menulis bahan ajar, kelima, bahan ajar akan mampu
membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru/dosen dengan
siswa/mahasiswa karena siswa akan merasa lebih percaya kepada guru atau
dosennya.
Dengan tersedianya
bahan ajar yang bervariasi, maka
pembelajar akan mendapatkan
manfaat yaitu, kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik. pembelajar akan lebih banyak mendapatkan kesempatan
untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran
guru atau dosen.
Menurut Abdul Majid,
Bahan Ajar disusun dengan tujuan, sebagai berikut:
a)
Membantu siswa dalam
mempelajari sesuatu
b)
Menyediakan berbagai
jenis pilihan bahan ajar
c)
Memudahkan guru dalam
melaksanakan pembelajaran
d)
Agar kegiatan
pembelajaran menjadi menarik.
A.
Peranan Bahan Ajar
dalam Pembelajaran
Bahan ajar sangat
penting artinya bagi guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Tanpa bahan
ajar akan sulit bagi guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Demikian
juga halnya dengan siswa, tanpa bahan ajar akan sulit untuk menyesuaikan diri
dalam belajar, apalagi jika gurunya mengajarkan materi dengan cepat dan kurang
jelas. Oleh sebab itu, bahan ajar dianggap sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan,
baik oleh guru maupun siswa, sebagai suatu upaya untuk memperbaiki mutu
pembelajaran. Tabel 2.3 diterangkan
peranan bahan ajar bagi guru dan siswa.
|
No
|
Peranan Guru
|
Peranan Bagi Siswa
|
|
1
|
Menghemat
waktu guru dalam mengajar
|
Siswa
dapat belajar tanpa harus ada guru atau teman siswa yang lain
|
|
2
|
Mengubah
peranan guru dari seorang pengajar menjadi seoarang fasilitator
|
Siswa
dapat belajar kapan saja dan dimana saja yang ia hendaki
|
|
3
|
Meningkatkan
proses pembelajaran menjadi efektif dan interaktif
|
Siswa
dapat belajar sesuai dengan kecepatan sendiri
|
|
4
|
-
|
Siswa
dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri
|
|
5
|
-
|
Membantu
potensi siswa untuk menjadi pelajar mandiri
|
DAFTAR PUSTAKA
Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan
Ajar Inovatif (menciptakan metode pembelajaaran yang menarik dan menyenangkan).
Yogyakarta: Diva Press.
Belawati, Tian.
2003. Materi Pokok Pengembangan Bahan Aja Edisi ke satu Jakarta:
Universitas terbuka
Muhaimin, 2009.
Modul Wawasan Pengembangan Bahan Ajar bab V Malang: LKP2-I
Majid, Abdul. 2007 perencanaan
Pembelajaran Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Diknas. 2004. Pedoman Umum Pemilihan dan
Pemanfaatan Bahan Ajar Jakarta:
Ditjen Dikdasmenum
Wassid, Iskandar
dan Dadang Sunendar. 2008. Strategi Pembelajaran Bahasa Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya
